Hari ini adalah minggu. Seperti biasanya kebanyakan mahasiswa bermalas-malasan bangun pagi pada hari ini, dan aku pun begitu. Males banget rasanya mau beranjak dari tempat yang biasanya mengajakku berkeliling dunia. Tapi mau gimana lagi, schedule hari ini udah melambai-lambai *jiaah..sok sibuk bener* haha.
Setelah bangun pagi diselimuti rasa males stadium lanjut, akhirnya mau ga mau bangun juga aku. Karena tiba-tiba teringat sebuah adegan di film KCB 2, yaitu ibunya Mas Azzam berkata seperti ini :" Kalau abis sholat subuh kita tidur lagi, rejekimu itu ilang, dipatok ayam!"
Wah, terinspirasi dari kata-kata itu aku langsung beranjak dari tidur. Sayang dong kalau rejeki hilang, apalagi yang ngambil ayam pula *bukannya pelit* hehe.
Setelah sholat subuh, aku membuka jendela dan pintu kamarku. Lalu aku berdiri sejenak di balkon kamar, kebetulan kamar kost ku berada di lantai 2. Aku bisa menikmati udara yang segar di pagi hari sembari duduk dan membaca buku, biasanya sih aku suka membaca novel atau buku-buku inspiratif di pagi hari. Ditambah lagi teh hangat dan sedikit cemilan. Aku terbiasa minum teh hangat di pagi hari, karena ibuku selalu menyarankanku untuk tidak lupa meminumnya (wah, jadi home sick).
Di pagi yang cerah ini, yang mungkin bagi kebanyakan mahasiswa/i menghabiskan untuk tidur sebagai upaya 'balas dendam' setelah satu minggu full beraktivitas di kampus. Aku mendapat 2 pelajaran yang menurutku sangat berharga dan menjadi inspirasi, ini mengenai 2 sosok wanita yang sering aku dapati di pagi hari di sekeliling kostku.
Pertama, tentang seorang ibu yang bernama Bu Sugi. Beliau adalah seorang tukang sayur matang yang selalu masuk di kosanku dan mengetuk door to door. Beliau tak kenal lelah dalam mencri nafkah. Entah aku tidak begitu paham dengan latar belakang keluarganya, namun yang aku tau beliau memiliki 2 orang putri,seorang masih SD dan seorang lagi adalah sarjana ,yang selalu mendampinginya ketika berjualan. Dua orang anak yang selalu setia menemani sang ibu untuk berkeliling, bahkan di pagi buta. Beliau tak pernah lelah meskipun terkadang banyak penduduk kosan yang tidak menghiraukannya, bahkan ketika bulan ramadhan datang beliau selalu berkeliling untuk membangunkan makan sahur pada pukul 3. Sungguh aku tidak dapat membayangkan jika berada di posisi beliau, kapan beliau istirahat, kapan beliau masak, dan kapan pula beliau makan sahur. Ketika berada di kampus, aku pernah bertemu dengan beliau, ku dapati beliau sedang mengumpulkan sampah-sampah plastik. Dari sini hatiku terenyuh, betapa sering kali aku tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Sang Maha Pemberi Nikmat. Ketika kita berada pada posisi yang lebih baik, dalam arti materi, belum tentu kita berada pada posisi yang lebih baik daripada mereka di sisi Allah. Senantiasa bermuhasabah, berikhtiar, bersyukur dan qona'ah atas segala yang terjadi pada diri kita. Itu adalah rahasia Allah.
Kedua, seorang nenek yang aku tidak tahu namanya. Kita sebut saja 'Nenek Bunga'. Aku sering melihat beliau ketika aku duduk di balkon sekitar pukul 06.00-06.30. Kebetulan tidak jauh dari kos ku ada tempat pembuangan sampah. Aku sering melihat beliau memilah-milah sampah di tempat tersebut. Ketika melihat beliau, yang terfikir dalam benakku adalah dimana keluarganya?dimana anak-anaknya?sudahkan ia makan?
Terkadang air mata tiba-tiba terjatuh ketika melihat sang nenek. Di usia yang senja, beliau harus bekerja keras yang aku fikir ini bukanlah pekerjaan yang layak untuknya. Seharusnya beliau punya kesempatan duduk manis menikmati secangkir minuman hangat di pagi hari, buka seperti saat ini. Tidak ada yang dapat disalahkan, ini bukan keinginan beliau namun untuk saat ini hanya pekerjaan inilah yang dapat beliau lakukan. Mungkin beliau adalah salah seorang pilihan Allah yang dapat menerima segala yang terjadi dengan ikhlas. Aku merasa sangat bodoh disini, aku tidak dapat membantu apa pun untuk beliau. Terkadang aku berkeinginan untuk membuntuti beliau dan mengunjungi rumahnya, namun niat itu sering aku urungkan karena aku takut menyinggung perasaan beliau. Yang dapat aku lakukan hanyalah berdo'a agar beliau diberikan kebahagiaan dunia wal akhirat, Aamin Ya Rabb.
Demikianlah yang selalu diajarkan oleh bapak dan ibu, beliau mengajarkanku untuk dapat mengambil hikmah dari semua yang terjadi di sekeliling kita. Karena sesungguhnya Allah memberikan kita akal agar kita dapat menggunakannya untuk berfikir atas segala kekuasaan-Nya supaya kita senantiasa bersyukur.
Dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 172 dijelaskan:
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah."
Semoga kita senantiasa berada di golongan orang-orang yang dicintai Allah...
Hari ini harus ada hal bermanfaat yang bisa dilakukan.
Okay, selamat beraktivitas buat saudara-saudariku...Have a nice day...
