Kali ini gue mau posting dengan hal yang bermanfaat (Insya Allah) dan dengan bahasa yang sopan. Simak ya temen-temen (kalo ada yang berkenan menyimak gue doain masuk surga deh) hehe
Happy Reading ^_^
Kali ini mungkin judul postingan saya lebih sedikit berbobot, lebih tepatnya postingan ini menanyakan "Apa ukuran hatimu?"
Apakah Anda pernah bertanya pada diri sendiri mengenai pertanyaan-pertanyaan ini?
Apa ukuran hati saya?
Apakah ukuran S, M, L, XL, atau XXL?
Ataukah sempit dan hampir tidak muat menampung satu orang pun?
Apakah di hati saya terdapat tempat yang luas bagi banyak orang?
Apakah orang-orang sanggup masuk ke hati saya dengan mudah?
Perhatikan genggaman tangan Anda. Besar hati Anda adalah sebesar genggaman tangan Anda. Seringkali kita mendengar kalimat ini. Apakah Anda yakin genggaman sebesar ini akan mampu menampung semua manusia dan makhluk-makhluk yang lain selain manusia? Seringkali kita mengatakan, "Kamu ada di hatiku." Ketika marah kita katakan :"Aku ingin dia keluar dari hatiku." Apakah hati itu mirip seperti rumah? Oleh karena itu kita mesti mempelajari bagaimana cara kita melapangkan hati dan membersihkannya dari kedengkian serta kebencian. Kita mesti mempelajari bagaimana cara mencintai dan tidak membenci. Berikut ini langkah-langkah yang harus ditempuh :
Langkah pertama,
Jadikanlah semboyan Anda tentang cinta dan benci, " Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya saja. Sebab bisa saja pada suatu hari dia menjadi orang yang kamu benci. Dan, bencilah orang yang kamu benci sekadarnya saja. Sebab bisa saja pada suatu hari dia menjadi orang yang kamu cintai."
Langkah kedua,
Pelajarilah seni-seni mengungkapkan perasaan-perasaan Anda dengan cara yang benar, tidak lebih dan tidak kurang. Dengan kata lain jangan terlalu sering mengatakan , "Aku mencintaimu...dan seterusnya."
Langkah ketiga,
Rendah hati dan rendah hati. Dengan kerendahan hati, Anda akan menjadi wanita yang dicintai. Jangan lupa bahwa ada perbedaan antara tunduk dan rendah hati.
Langkah keempat,
Pelajarilah seni-seni meminta maaf dan memaafkan. Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Tersenyumlah di depan setiap orang yang menyakiti Anda untuk memberinya sebuah pesan, "Aku mencintaimu, akan tetapi membenci perilakumu."
Langkah terakhir,
Perhatikan hati Anda dan penuhilah ia dengan rasa cinta kepada Allah. Jadikanlah perasaan cinta Anda kepada makhluk karena rasa cinta Anda kepada-Nya. Jangan putus asa membersihkan amal-amal perbuatan dari kekeruhan-kekeruhan hati yang terkadang mencampuri hati Anda sehingga membuatnya menjadi sempit, seperti cemberut, dengki, riya, suka dipuji dan berbagai sifat tercela lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar