Bismillahirrahmanirrahim...kali ini saya ingin menulis pengalaman saya ketika menjadi pimpinan sidang (bukan maksud pamer loh, tapi gue cuma mau bagi pengalaman kali aja bermanfaat gitu ^_^)
Pada Musyawarah Organisasi (selanjutnya kita sebut MUBES) suatu organisasi di kampus. MUBES hari pertama agenda pembahasan tata tertib saya tidak datang, karena ada sesuatu hal. Namun, pada hari kedua saya datang. Dan pada hari itulah awal pengalaman saya dimulai.
Pada hari itu adalah agenda pemilihan presidium sidang. Karena dalam organisasi ini biasanya presidium sidang adalah lelaki, sedangkan pada saat itu lelaki sangat minim di forum. Oleh karena itu, ada yang mengusulkan jika pimpinan sidang adalah wanita. Kemudian forum menyetujui, dan ternyata ini yang membuat saya terikat dalam MUBES ini. Ada anggota forum yang mengusulkan saya menjadi presidium sidang, sontak saja saya kaget dan saya menolak dengan alasan klasik seperti biasanya dalam organisasi ini pisang adalah lelaki. Namun, keberatan saya itu tidak diterima sehingga mengharuskan saya untuk menjadi presidium sidang, demi kelancaran sidang saya pun akhirnya bersedia.
Selanjutnya yang ingin saya bagi disini adalah keuntungan dan ketidakuntungan (kerugian) menjadi pimpinan sidang:
Keuntungannya :
1) Tambah pengalaman dalam berorganisasi, khususnya dalam memimpin forum.
2) Melatih kesabaran, karena pada saat sidang biasanya sering terjadi perdebatan yang sengit antara peserta sidang
3) Jadi seleb, kenapa saya katakan begitu. Karena pada saat MUBES, yang datang terdiri dari berbagai angkatan bahkan alumni. Yang dulunya kita tidak seberapa dikenal, karena menjadi pisang maka akan lebih di kenal oleh seluruh angkatan. Apalagi kalau cara memimpin sidangnya bagus, pasti semuanya akan memberikan apresisasi kepada kita. Terlebih lagi akan memudahkan jalannya karir kita di masa depan.
4) Melatih mental, kebijaksanaan dan ketenangan. Hal ini merupakan point penting untuk membentuk keperibadian kita, karena ketiga sifat ini terkadang sulit untuk dimiliki. Oleh karena itu menjadi pisang merupakan ajang atau sarana yang tepat untuk menumbuhkan ketiga sifat itu.
Ga enaknya jadi pisang :
1) Yang pasti CAPEK. Asli deh, diantara semua yang hadir di MUBES, yang paling merasa capek adalah pisang. Kenapa? karena pisang itu setiap saat harus konsentrasi memimpin sidang, tidak bisa lengah sedikit pun. Apalagi kalau ada peserta yang berselisih pendapat, bisa-bisa pisang malah disalahkan.
2) Bikin emosi. Ini mungkin bisa timbul saat pisang udah mulai merasa lelah, jadi apabila ada forum yang tidak menyimak atau malah mengganggu atau kurang berpartisipasi dalam forum, ini bakal menjadi hal yang menyebalkan bagi pisang. Belum lagi jika ditambah ada perdebatan keras antara peserta sidang.
3) Banyak menyita waktu. Mengapa demikian? karena pisang itu datang ke MUBES tidak boleh telat dan tidak boleh pula pulang duluan (kalo pisangnya pulang duluan, siapa dong yang mau mimpin sidang?). Dengan demikian, jatah kita untuk belajar and ngerjain tugas tentu saja tersita. Sehingga mengharuskan kita untuk lembur mengerjakan tugas.
But, over all....menurut saya menjadi pisang itu menyenangkan. Banyak pengalaman yang bisa saya dapatkan dari hal ini. Buat teman yang mengusulkan saya menjadi pisang, terima kasih yaa... Buat temen-temen blogger (kalau ada yang baca) cobain deh kalau ada rapat atau musyawarah gitu jadi pisang, dijamin bakal ketagihan....
Well, for the last I would say that " I always make fun for my activity"
Have a nice saturday night ^_^
Like.
BalasHapusJarang-jarang loh Pisang yg dari kaum hawa..
ok thanks buat infonya jdi pisang...
BalasHapus